[Review] Terminator Zero, Perjuangan Umat Manusia Melawan Mesin

Terminator adalah satu Franchise besar dari Hollywood yang mendapatkan adaptasi anime berjudul Terminator 0 (Terminator Zero). Production IG merupakan studio dibalik produksinya dengan diproduseri oleh Skydance dan dirilis di platform Netflix dengan jumlah 8 episode.

Seperti apa adaptasinya? simak ulasan lengkap berikut ini!

Overview

Tittle                   : Terminator 0 (terminator Zero)

Episode               : 8

Genre                  : Action, Sci-Fi

Status                  : Finished Airing

Studio                 : Production IG

Source                : Other

Final Score       : 7.21


Sinopsis Singkat

2022: Perang di masa depan telah berkecamuk selama beberapa dekade antara segelintir manusia yang selamat dan pasukan mesin yang tak ada habisnya. 1997: AI yang dikenal sebagai Skynet memperoleh kesadaran diri dan memulai perang melawan kemanusiaan.

Terjebak di antara masa depan dan masa lalu adalah seorang prajurit yang dikirim kembali ke masa lalu untuk mengubah nasib umat manusia. Dia tiba pada tahun 1997 untuk melindungi seorang ilmuwan bernama Malcolm Lee yang berupaya meluncurkan sistem AI baru yang dirancang untuk bersaing dengan serangan Skynet yang akan datang terhadap umat manusia. Saat Malcolm menavigasi kompleksitas moral ciptaannya, dia diburu oleh seorang mesin pembunuh yang tak henti-hentinya dari masa depan, yang selamanya mengubah nasib ketiga anaknya.

Bagaimana kelanjutannya? jawabannya bisa kalian dapatkan dengan menonton Terminator Zero


Visual

Sesuai dengan apa yang kami harapkan dari Netflix, visual Terminator 0 sangat bagus, terutama pada bagian-bagian mesin dan peralatan teknologi yang begitu detail apalagi dipadukan dengan shading ala-ala Cyberpunk. Desain setiap karakter juga cukup bagus dengan kualitas animasi yang baik.



Penggunaan CG yang baik juga menjadi kunci keberhasilan dari Terminator Zero, meskipun terdapat beberapa adegan yang menggunakan CG secara penuh entah mengapa kami tidak merasa terganggu, pasalnya CG yang digunakan cukup menyatu dengan background meskipun gerakannya tidak terlalu mulus.


Satu lagi dari Terminator Zero yang patut diapresiasi adalah bagaimana kilatan api yang muncul dari ujung senjata atau pistol yang dibuat dengan sangat baik sehingga peperangannya terkesan lebih epik.




Animasi

Dalam aspek animasi, Terminator 0 memang tidak cukup bagus, terutama pada bagian CGnya, namun meskipun begitu, hal ini tidak mengurangi keseruan yang ditawarkan oleh series ini.




Voice Acting

Dalam hal voice acting, Terminator 0 terasa biasa saja, namun voice acting untuk suara robotnya sudah cukup bagus.


Audio

Berbeda dengan voice actingnya, audio dalam Terminator Zero kami rasa sudah cukup bagus, terutama suara-suara tembakan dan ledakannya.


Value

Visual mesin yang sangat detail bersatu dengan CG robot yang ngeblend dengan background artnya adalah nilai utama yang dimiliki Terminator 0, shading ala Cyberpunk juga berhasil membuat atmosfir Sci-Finya menjadi sangat kental.


Kesimpulan

Terminator 0 adalah salah satu serial Netflix yang layak untuk ditonton, terutama untuk kamu yang menyukai Franchise ini tetapi ingin melihatnya dalam visual yang berbeda.

Jika kamu menyukai cerita dengan tema Time Travel, Terminator 0 adalah pilihan yang cocok untuk kamu tonton.

Kelebihan:

  • Visual mesin dan teknologi yang sangat detail dengan shading ala Cyberpunk
  • CG dan background yang baik, meskipun tidak terlalu mulus
  • Cerita time travel yang cukup menarik

Kekurangan:

  • Beberapa animasi cukup sederhana
Score
Platform Score
  • Myanimelist: 7.21
  • IMDB: 7.0
Our Score
  • Story: 7.5/10
  • Visual: 8/10
  • Audio: 7.0/10
  • Animasi: 7/10
Overall: 7.4/10

Terus kunjungi Sector B11 untuk mendapatkan informasi atau review anime lainnya. Saran dan kritik sangat terbuka bagi kami untuk berkembang dan terus berkarya. 

Baca Review Anime tanpa Spoiler? Baca di Sector B11 tentunya! 

Tulis dikolom komentar jika kalian mempunya opini yang berbeda!, berdiskusi secara sehat dan santai akan membuat pikiran semakin terbuka.

Post a Comment